Kamis, 22 Maret 2012

Renungan Harian: Selasa 27 Maret 2012

Renungan Harian: Selasa 27 Maret 2012

Yoh. 8:21-30

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang banyak, "Aku akan pergi, dan kamu akan mencari Aku; tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang." Maka kata orang-orang Yahudi itu, "Apakah Ia mau bunuh diri, dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?" LaluYesus berkata kepada mereka, "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." Maka kata mereka kepada-Nya,"Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka, "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu. Akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar daripada-Nya, itulah yang Kukatakan kepada dunia." Mereka tidak mengerti, bahwa ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. Maka kata Yesus,"Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi .....

 

TANGGA TURUN  NAIK

Ular dalam bacaan pertama melambangkan maut dan kehidupan. Orang yang dipagut ular berbisa dapat mati, namun jika vaksin bisa ular itu digunakan untuk mengobati maka orang yang dipagut ular itu dapat diselamatkan. Maka orang yang mengandalkan kekuatan diri sendiri dan terikat dengan dosa, akan mati. Namun, siapa yang tengadah melihat kekuatan Tuhan akan hidup dan selamat dari bahaya kematian.    

Yesus datang dari sorga dengan segala kuasa-Nya. Nyatanya Yesus ditolak, ditentang bahkan harus mengalami sengsara dan maut. Manusia berdosa melawan kuasa cinta-Nya. Dosa menghantar manusia kepada kematian, karena cinta Allah ditolak. Yesus jatuh bangun menegakkan cinta Allah. Yesus jatuh dan disalib, menurut pandangan orang banyak. Salib merupakan lambang kematian dan kehidupan. Saat ditinggikan itulah Dia naik. Seperti lambang ular tembaga yang bermakna ganda, demikian juga dengan makna salib di mana Yesus digantungkan.

Kehidupan di dunia ini tidaklah mendatar. Banyak pengalaman suka dan duka, turun dan naik. Lihat pengalaman para pejabat bahkan sampai tingkat menteri. Makin tinggi jabatannya makin banyak orang yang melihat, mengawasi, mengkritik bahkan ada yang berusaha menjatuhkannya. Hidup selalu mengalami pasang surut, grafiknya bukan lurus membentang tapi naik dan turun. Ketika Anda jatuh mulailah untuk melihat ke atas, lihat Salib Yesus. Dalam kasih-Nya ada kehidupan. ( BTK)

 

Pelita Hati: Satu pikiran yang penuh rasa syukur yang tertuju ke surga adalah doa yang paling sempurna.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar