Sabtu, 17 Maret 2012

Renungan Harian: Selasa 20 Maret 2012

Renungan Harian: Selasa 20 Maret 2012

Yoh 5:1-16

Pada hari raya orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem, dekat pintu Gerbang Domba, ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; serambinya ada lima, dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit. Ada di situ seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di sana, dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya,"Maukah engkau sembuh?"

Jawab orang sakit itu kepada-Nya, "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu, apabila airnya mulai goncang; dan sementara aku sendiri menuju kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kata Yesus kepadanya, "Bangun, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu, lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu, "Hari ini hari Sabat, dan tidak boleh engkau memikul tilammu." Akan tetapi ia menjawab mereka, "Orang yang telah menyembuhkan aku, Dia yang mengatakan kepadaku : Angkatlah tilammu dan berjalanlah." Mereka bertanya kepadanya, "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu...

 

JANGAN LUPA PADA YESUS

Seorang ibu terbaring sakit parah di rumah sakit. Dokter memvonis ibu ini tidak dapat disembuhkan lagi. Vonis dokter ini membuat semua keluarga putus harapan. Tapi si ibu malah tenang dan berkata pada keluarganya, "Jangan takut. Itu kan vonis dokter, bukan vonis Tuhan. Hanya Tuhan yang berhak mencabut nyawa manusia. Jika Tuhan berkehendak manusia tak bisa mengelak. Maka mari kita memohon berkat dari Tuhan agar mencabut penyakit ini". Mereka pun berdoa dengan khusuk. Selesai berdoa penyakit ibu itu berangsur-angsur sembuh.

Kesembuhan ibu itu sejalan dengan kisah Injil hari ini. Dalam Injil dikisahkan bahwa selama 38 tahun si lumpuh merindukan penyembuhan. Namun, tak seorang pun menolongnya untuk turun ke kolam Betesda ketika air kolam itu bergoncang. Demikian jugalah gambaran hidup kita. Adakalanya saat kita mengalami masa-masa yang paling sulit, saat kita tidak dimengerti orang lain, dan saat semangat hidup kita lumpuh, tidak seorang pun mau menolong kita. Tetapi, janganlah putus harapan. Karena justru dalam situasi seperti inilah Yesus datang menawarkan penyembuhan bila kita beriman.

Dalam ketidakberdayaan, bangkitlah berdiri untuk mengangkat segala kerapuhan dan kelemahan yang ada karena kuasa Tuhan  akan turut bekerja. Yesus tak pernah melupakan orang yang sangat berharap akan belas kasihan-Nya dan sebaliknya kita pun hendaknya tidak pernah melupakan-Nya baik dalam suka maupun dalam duka (SKb).

 

Pelita hati: "Milikilah pengharapan yang pasti dalam Tuhan."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar