Senin, 26 Maret 2012

Renungan Harian: Sabtu 31 Maret 2012

Renungan Harian: Sabtu 31 Maret 2012

Yoh 11: 45-56

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria, dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus terhadap Lazarus

percaya kepada-Nya. Tetapi ada juga yang pergi kepada orang-orang Farisi, dan menceritakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul. Mereka berkata,"Apakah yang harus kita buat?

Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia maka semua orang akan percaya kepada-Nya, lalu orang-orang Roma akan datang, dan merampas tempat suci kita serta bangsa kita." Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka,"Kamu tidak tahu apa-apa! Kamu tidak insyaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa." Hal itu dikatakan Kayafas bukan dari dirinya sendiri. Tetapi, sebagai Imam Besar pada tahun itu, ia bernubuat bahwa Yesus akan mati untuk seluruh bangsa; bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di....

 

ALLAH ITU SETIA

Suami istri mengikrarkan janji setianya di hadapan semua umat, di depan saksi dan imam sebagai pejabat Gereja. Mereka berdua saling menerimakan sakramen dalam kasih Kristus yang menyatukan jadi pasangan hidup.

Cinta kasih manusia yang rapuh itu mereka janjikan kepada Allah dalam kasih Kristus, sehingga bermakna sakramental. Kedua pribadi ini tahu memiliki banyak kelemahan, kekurangan masing-masing, namun tetap berani menjanjikan kesetiaan satu sama lain. Mereka jadi saksi kesetiaan zaman ini di tengah dunia yang kian rapuh untuk setia hanya pada satu orang sebagai partner hidup. Adakah   kesetian pada satu-satunya pasangan zaman sekarang ini? Sementara itu, kawin cerai di sekitar kita tidak aneh lagi di pendengaran kita.

Dalam bacaan pertama Yehezkiel menunjukkan, bahwa dalam segala kesulitan masih ada pengharapan. Bangsa Israel dalam pembuangan ternyata punya harapan untuk keluar dari masa pembuangan. Itulah makna kerinduan untuk pembebasan. Allah itu setia pada umat-Nya meski dalam kepahitan. Kehadiran Yesus juga jadi tanda tanya besar. Siapakah sebenarnya Dia? Apakah ada harapan untuk percaya kepada-Nya? Mukjizat besar dengan kebangkitan Lazarus membuka mata orang yang tak percaya.

Mari kita saling menghargai sesama. Janganlah iri hati karena kebaikan atau keberhasilan orang lain. Hargailah orang lain kalau memang layak kita berikan penghargaan (BTK).

 

Pelita Hati: Perlindungan Tuhan adalah harapan bagi manusia.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar