Kamis, 22 Maret 2012

Renungan Harian: Rabu 21 Maret 2012

Renungan Harian: Rabu 21 Maret 2012

Yoh 5:17-30

Sekali peristiwa, Yesus bekata kepada orang-orang Yahudi, "Bapaku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga." Karena perkataan itu, orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh Yesus, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri, dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Maka Yesus menjawab mereka,"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau Ia tidak melihat Bapa yang mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak, dan Ia menunjukkan kepada-Nya pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak. Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sungguh, barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup kekal ....

 

SION ZAMAN SEKARANG

Dalam hidup sehari-hari, tak jarang kita mengalami berbagai bentuk "Penindasan" yang bukan dari luar diri, melainkan dari dalam diri kita sendiri. Bentuk penindasan itu berupa kekeringan perasaan, kesunyian yang tak ada ujungnya, kekosongan yang berlarut-larut, ketidakpedulian terhadap diri dan orang lain. Semua itu secara sadar atau tidak membuat diri kita "tertindas".

Namun, dalam pewartaan Yesaya kepada Sion hari ini, kita diibaratkan, Sion-sion pada zaman sekarang yang akan dipulihkan, disemangati oleh Sabda-Nya. Maka, jika kita mengalami hal-hal penindasan seperti itu, janganlah kita lari dari realitas yang ada, melainkan dengan berani menentang penindasan itu dengan bersorak-sorai dan memuji Allah serta menyerahkan itu kepada Yesus. Penyerahan diri seutuhnya kepada Yesus akan membuat hidup kita bersemangat dan terhindar dari penindasan diri yang dapat membuat kita terpuruk dan lupa akan Yesus.

Maka apabila kita mengalami penindasan diri sekali lagi mari kita bawa dalam Yesus. Yesus akan memberi kegembiraan dan kebahagiaan kepada kita sehingga kita terhindar dari penindasan. Mampukah kita melakukan hal itu? Jika kita mampu kita akan hidup bahagia dan ceria selalu. Sebaliknya, jika kita tidak mampu maka kita akan tertindas selamanya. Ayo, mana yang kita pilih? (SKb)

 

Pelita Hati: "Mari menjadikan hati kita penuh dengan sorak-sorai, bagaikan pujian di Sion."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar