Minggu, 11 Maret 2012

Renungan Harian: Rabu 14 Maret 2012

Renungan harian: Rabu 14 Maret 2012

Mat 5:17-19

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat-tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga."

 

PENGGENAPAN HUKUM TAURAT

Sebelum segalanya ada, Allah sudah ada dan sangat sayang pada manusia ciptaan-Nya. Tetapi akibat dosa Adam, Allah seakan meninggalkan manusia hingga jauh. Lewat Musa, Allah kembali menunjukkan rasa sayangnya pada manusia dengan memberikan perintah dan hukum Taurat bagi umat Israel. Umat pilihan Allah. Suatu hukum yang menjadi pola hidup dan aturan bagi mereka. Tapi penderitaan dan pembuangan membuat bangsa itu rindu akan Mesias Sang penyelamat, seperti yang diberitakan oleh para nabi.

Dalam Injil yang kita dengar hari ini Yesus mengatakan bahwa Ia datang untuk menggenapi hukum Taurat. Hukum Taurat, surat kasih Allah sebagaimana dijanjikan oleh para nabi akhirnya menjadi nyata dalam diri Yesus. Allah datang dalam diri Yesus Putera-Nya. Dialah kegenapan hukum Taurat yang lama dirindukan oleh umat beriman. Yesus mengajak kita bukan sebagai pengajar tetapi sebagai pelaksana hukum Taurat yang penuh cinta kasih.

Sungguhkah kita mengimani Yesus sebagai kegenapan hukum Taurat? Sanggupkah kita menghayati ajaran-Nya? Apabila kita mengimani Yesus dan menghayati ajaran-Nya berarti kita dapat dan mampu melakukan kebaikan terhadap sesama sesuai ajaran-Nya. Tanpa melakukan kebaikan terhadap sesama sesuai ajaran-Nya berarti kita bukan mengimani Yesus sebagai penggenapan hukum Taurat (SKb).

 

Pelita Hati: " Janganlah hanya mengajarkan yang baik tapi tidak melakukan hal-hal baik."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar