Senin, 26 Maret 2012

Renungan Harian: Kamis 29 Maret 2012

Renungan Harian: Kamis 29 Maret 2012

Yoh 8:51-59

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, "Aku berkata kepadamu: Sungguh, barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya." Kata orang-orang Yahudi kepada Yesus, "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar daripada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati! Dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?" Jawab Yesus,"Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya! Bapa-Kulah yang memuliakan Aku. Tentang Dia kamu berkata Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia. Sebaliknya, Aku mengenal Dia, dan jika Aku berkata: aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendosa, sama seperti kamu. Tetapi Aku mengenal Dia, dan aku menuruti firman-Nya. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku; ia telah melihatnya dan ia bersukacita." Maka kata orang-orang Yahudi kepada Yesus, "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan...

 

HIDUP KEKAL

Ketika sudah mendekati wafatnya, seorang ibu bertanya kepada suaminya: "Pak, sekiranya saya meninggal duluan darimu, apakah bapak nanti akan menikah lagi dengan wanita lain?" Si bapak terkejut mendengar pertanyaan tak terduga itu. Dia pun menjawab: "Ibu, kita sudah 35 tahun hidup sebagai suami istri, selamanya tidak akan terceraikan. Meski nanti kamu yang duluan menghadap Allah, saya tetap setia pada janji nikah kita. Engkau pasti menantikan aku juga di sana!" ujar bapak untuk meyakinkan istrinya.

Itu bukan sekadar isapan jempol. Perjanjian Allah dengan Abram dalam bacaan pertama adalah awal permulaan umat Allah. Janji Allah menyertai keturunan Abraham adalah menunjuk pada kesetiaan Allah yang tak berubah. Janji Allah itu hidup selamanya. Janji itu dipertegas lagi dalam sabda Yesus dalam Injil hari ini. Ada pengharapan.

Kebahagiaan, hidup selamanya adalah dambaan dan harapan setiap orang. Yesus menjanjikan hidup selamanya. Namun, ada syaratnya yaitu ketaatan. Menjadi biarawan-biarawati butuh ketaatan. Menjadi karyawan di mana pun juga butuh ketaatan pada tata aturan kantor atau disiplin. Untuk taat pasti ada pergulatan ikut aturan atau tidak. Siapa yang tekun dan percaya akan Sabda Yesus ini akan mengarahkan hidup ini kepada Yesus yang memberikan hidup kekal. Mengapa percaya kepada Yesus? Karena Yesus yang hadir di tengah kita lebih besar dari nabi-nabi bahkan Abraham. Kuburan bukan tempat peristirahatan terakhir, tetapi tempat sementara. Ada penantian untuk hidup kekal (BTK).

 

Pelita Hati: Tanpa iman orang tak dapat berbuat sesuatu; dengan iman segala sesuatu menjadi mungkin.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar