Minggu, 11 Maret 2012

Renungan Harian: Kamis 15 Maret 2012

Renungan Harian: Kamis 15 Maret 2012

Luk 11:14-23

Sekali peristiwa Yesus mengusir dari seseorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata.

Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata,

"Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada Yesus untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata, "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah pasti runtuh. Jikalau Iblis itu terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?

Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi, jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Nah, merekalah yang akan menjadi hakimmu! Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga..

 

PILIHAN HIDUP

Allah menghargai manusia, sehingga Allah memberikan pilihan bebas pada manusia. Pilihan bebas itu berupa beriman kepada-Nya atau tidak sama sekali. Jika kita beriman kepada Allah berarti kita wajib melaksanakan perintah Allah yakni menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa. Suatu hal yang berat dan sulit dilaksanakan. Sebaliknya, jika tidak beriman kepada-Nya berarti tidak dituntut suatu apa pun. Jadi, tidak heran jika banyak orang memilih tidak beriman kepada-Nya. Selain tidak repot, juga tidak punya tanggung jawab apa pun dalam hidup. 

Injil hari ini mengisahkan, bagaimana orang-orang tidak beriman menolak ajaran Yesus Kristus.  Orang tidak beriman ini berpandangan bahwa apa pun yang dilakukan-Nya, semua buruk, karya setan (Beelzebul). Meskipun  demikian, Yesus tidak marah, tidak menyerang dan membenci orang-orang yang menolak ajaran-Nya. Ia dengan lembut menyapa dan berdialog dengan mereka. Suatu bukti nyata bahwa Yesus memberi pilihan bebas pada setiap orang. 

Pada masa prapaska ini Tuhan tetap lembut, sabar, setia menanti kita dengan pilihan hidup kita masing-masing. Berbuat kebajikan terhadap sesama, tekun dalam hidup doa, lebih bersemangat kembali, malas, dan sebagainya. Dengan demikian, kita menjadi bersahaja di hadapan hadirat-Nya. Yesus yang baik hati, masih tetap memberikan waktu kepada kita untuk meraih kebahagiaan sejati dari Allah melalui Yesus Kristus Putera-Nya. Memilih jalan Tuhan, maka kita akan selamat,aman sampai pada Bapa-Nya (SKb).

 

Pelita Hati: Setiap orang yang mengandalkan Roh Allah dalam hidupnya, akan sanggup melaksanakan setiap perintah dan ketetapan-Nya. Hidupnya akan memancarkan sinar Ilahi di mana pun dan bagi orang yang menjumpainya.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar