Kamis, 22 Maret 2012

Renungan Harian: 24 Sabtu 2012

Renungan Harian: 24 Sabtu 2012

Luk 1:26-38

Dalam bulan yang keenam Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf, dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hati, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhurnya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu, "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu....

KABAR GEMBIRA

Suatu hari keluarga Pak Martin dihubungi oleh bank tempatnya menabung untuk memberitahu bahwa ia mendapat hadiah. Keluarga Pak Martin senang sekali mendengar kabar gembira itu. Tapi mereka penasaran dengan jenis hadiah yang akan mereka terima. Sebab pihak bank belum memberitahu jenis hadiah itu kepada mereka. Saat pengambilan hadiah pun tiba dan mereka diundang pihak bank ke bank. Setiba di sana baru diberitahu bahwa hadiahnya sebuah mobil. Keluarga Pak Martin pun gembira sekali atas hadiah itu karena sudah lama mereka idamkan.

Kegembiraan keluarga Pak Martin hampir serupa dengan Injil yang kita dengar hari ini. Di dalam Injil dikisahkan bahwa Maria menerima kabar gembira – dia akan menjadi ibu Tuhan. Lantas Maria pergi ke Yudea untuk menyampaikan kabar gembira itu kepada Elisabeth. Begitulah kebiasaan kita, ketika mendengar kabar gembira langsung bahagia dan membagikan kebahagiaan itu. Kabar gembira itu membawa semangat dan kebahagiaan tiada tara sehingga mereka yang menerimanya akan bahagia sekali. Begitu pula dengan orang yang mendengarnya turut bergembira atas kabar gembira itu.

Apakah kita juga turut gembira atas kabar gembira yang diterima Maria? Kiranya demikian sehingga kita bergegas untuk memberitahukan kabar gembira itu kepada sesama. Dengan demikian, kita dan sesama akan saling bergembira karena menerima kabar baik dan berkat dari Tuhan (SKb).

 

Pelita Hati: "Hati yang suci dan mulia memancarkan mahkota kebijaksanaan.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar