Minggu, 19 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Selasa, 21 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Selasa, 21 Februari 2012

Mat 16 : 13 – 19

Sekali peristiwa Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka, "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka, "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya, "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga, dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga."

 

YANG MENCINTA: MENGENAL DENGAN BAIK

Pengenalan yang benar pada seseorang tidak dapat dilepaskan dari rasa cinta. Dapat dikatakan bahwa hanya orang yang mencintailah yang dapat mengenal seseorang secara benar. Jika tidak, cintanya tentu masih boleh diragukan. Keraguan muncul akibat dangkalnya perkenalan atau mengenal hanya sepintas. Maka tidak heran jika ada kata orang bijak yang mengatakan tak kenal maka tak sayang setelah kenal maka sayang. 

Dalam bacaan Injil hari ini, Petrus dengan tegas menjawab pertanyaan Yesus mengenai siapa Dia dengan mengatakan,  "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Jawaban Petrus atas pertanyaan Yesus itu lahir dari dalam hatinya yang paling dalam. Hal itu membuktikan bahwa Petrus sangat mengenal Yesus dengan baik. Petrus sungguh pantas dikatakan berbahagia karena Bapa berkenan menyatakan rahasia yang tersembunyi bagi banyak orang kepadanya. 

Pengenalan akan Yesus ini berkembang dalam perjalanan hidupnya. Hal itu nyata dalam suratnya dalam bacaan yang pertama. Dalam surat itu nyata bahwa ia bukan hanya sekadar tahu menyebutkan siapa Yesus, melainkan ia tahu apa yang dikehendaki Yesus dan melaksanakannya. Itulah bukti pengenalan yang sejati. Mari kita juga merenungkan: sejauh mana pengenalan kita akan Yesus? (SKw)

 

Pelita Hati: "Tak kenal maka tak sayang."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar