Selasa, 28 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Sabtu, 3 Maret 2012

RENUNGAN HARIAN: Sabtu, 3 Maret  2012

Mat  5 : 43 – 48

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, "Kalian telah mendengar bahwa disabdakan, 'Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.' Tetapi Aku berkata kepadamu, 'Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian.' Karena dengan demikian  kalian menjadi anak-anak Bapamu di surga. Sebab Ia menerbitkan matahari-Nya bagi orang yang jahat, dan juga bagi orang yang baik. Hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar. Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kalian hanya memberikan salam kepada saudaramu saja, apakah lebihnya dari perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu kalian harus sempurna sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya."

 

SEMPURNA SEPERTI  BAPA DI SURGA

Seringkali kita dengar orang bertanya: "Anak siapa itu?" Lalu kita jawab: "Anak si anu..." dan mereka akan menyambung: "Oh..... pantas ya seperti ayahnya! Ayahnya itu orang baik, makanya anaknya juga baik." Demikian dalam keseharian hidup kita, kebaikan anak selalu dikaitkan dengan kebaikan orangtuanya.

Pengaitan kebaikan anak dengan orangtua ini senada dengan Injil hari ini. Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus mengatakan hal yang sama kepada kita ketika Ia mengatakan: "Hendaklah kamu sempurna seperti Bapa-Mu yang di Surga adalah sempurna." Dia memberitahu caranya menjadi sempurna, yakni mengasihi semua orang tanpa memandang muka, bahkan juga musuh-musuh kita.

Kita semua tahu, bahwa hal itu tidak mudah. Tetapi pada prinsipnya kalau kita memang anak-anak Bapa di Surga, kita juga akan memancarkan kebaikan Bapa itu kepada dunia, meskipun kecil dan terbatas. Kata-kata Yesus dalam Injil hari ini adalah panggilan bagi kita semua. Tidak perlu kita berkecil hati atas kekurangan dan kekecilan kita, justru karena kita kecil dan berkekurangan kita dipanggil untuk menjadi sempurna. Hal yang paling penting bagi kita adalah ada kemauan dan usaha untuk melakukannya. Selebihnya, Bapa sendiri akan menyempurnakannya (SKw).

 

Pelita Hati: "Hendaklah kamu sempurna seperti Bapa-Mu yang di Surga adalah sempurna."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar