Selasa, 07 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Sabtu, 11 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Sabtu, 11 Februari 2012

Mrk 8:1-10

Sekali peristiwa sejumlah besar orang mengikuti Yesus. Karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, "Hatiku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini.

Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh." Murid-murid-Nya menjawab, "Bagaimana di tempat sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?" Yesus bertanya kepada mereka,"Berapa roti yang ada padamu?" Jawab mereka,"Tujuh." Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Yesus mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya

dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan. Dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka mempunyai juga beberapa ikan. Sesudah mengucap berkat atasnya, Yesus menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang.

Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Akhirnya Yesus segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

 

BERBAGI DAN BERSYUKUR

Memberi makan 4000 orang pada saat yang sama adalah pekerjaan yang sangat sulit, bahkan mustahil bagi sebagian besar orang. Tapi apa yang tak mungkin bagi banyak orang mungkin bagi Yesus. Dengan hanya tujuh roti dan beberapa ikan Yesus memberi makan 4000 orang. Bagaimana caranya? Yesus mengucap syukur atas roti dan ikan, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada para murid untuk dibagikan kepada orang banyak. Orang banyak itu pun makan sampai kenyang dan roti yang dibagikan bahkan sisa sampai tujuh bakul.

Melalui peristiwa itu, Yesus mengajarkan sikap yang harus dimiliki oleh seorang beriman, yaitu bersyukur dan berbagi. Bersyukur kepada Allah atas apa yang ada berarti menerima apa yang ada dan tidak menuntut apa yang tidak diberikan. Sikap berbagi menunjukkan sikap yang mau memberi dan menikmati bersama apa yang diterima dan apa yang dimiliki. Salah satu hambatan dalam berbagi adalah ketakutan akan kekurangan. Namun, bersyukur dan berbagi tidak akan membuat kita menjadi berkekurangan melainkan justru membuat kita berkelimpahan.

Hal ini nyata dalam Injil hari ini: "Mereka mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul." "Sisa tujuh bakul" menunjukkan betapa sempurnanya kelimpahan yang diterima dari sikap bersyukur dan berbagi. Sikap berbagi harus didasarkan pada rasa syukur dan juga sebagai ungkapan syukur kepada Allah (FP).

 

Pelita Hati: "Apa yang tidak mungkin bagi banyak orang mungkin bagi Yesus."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar