Minggu, 12 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Rabu, 15 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Rabu, 15 Februari 2012

Mrk 8:22-26

Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon supaya Ia menjamah dia. Lalu Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia keluar kampung. Lalu Ia meludahi mata si buta, dan meletakkan tangan di atasnya,  Ia bertanya,"Sudahkah kaulihat sesuatu?"

Orang itu memandang ke depan, lalu berkata,"Aku melihat orang! Kulihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon yang berjalan." Yesus kemudian meletakkan tangan-Nya lagi pada mata orang itu. Maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata,"Jangan masuk kampung!"

 

KERJA SAMA

Apa yang dibawa dan diwartakan oleh Yesus merupakan pembaharuan situasi yang ada. Yesus lebih banyak berinisiatif mendekati orang, sehingga Yesus memerlukan kerja sama kita. Iman orang membawa seorang buta kepada Yesus menjadi pelaku aktif situasi sesama yang membutuhkan pertolongan tanpa pamrih. Penerangan iman berjalan tahap demi tahap. Yesus harus berkarya secara pribadi terhadap si buta. Sentuhan Yesus dengan daya kekuatan-Nya dibarengi pertanyaan pribadi, membawa kesadaran pada si buta akan situasi, dengan perkembangan terang di dalam dirinya.

Kita buta akan firman yang hidup, kita buta melihat kebaikan, keindahan segala makhluk ciptaan, kita abaikan tanpa mensyukurinya. Kita buta akan bantuan sesama sebaliknya akan sesama yang memohon bantuan. Kebutaan akibat dosa menjadi penghalang sukacita sejati keselamatan yang diwartakan oleh Yesus.

Yesus sendirilah yang bekerja, mendampingi, memegang tangan, menuntun dan menjadi penyebab timbul, tumbuh, dan perkembangan iman di bawah pewartaan Injil. Antara Yesus dan orang beriman ada hubungan pribadi sebagai seorang tabib dan seorang penderita. Yesus menyertai kita dan Roh Kudus-Nya pasti membimbing dan menguatkan kita (SKw).

 

Pelita Hati: "Kebutaan akibat dosa menjadi penghalang sukacita sejati keselamatan."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar