Minggu, 19 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Kamis, 23 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Kamis, 23 Februari 2012

Luk. 9 : 22 – 25

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Anak Manusia harus menanggung penderitaan, dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat lalu dibunuh, tetapi dibangkitkan pada hari ketiga. Kata-Nya kepada mereka semua,  "Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?"

 

BERKORBAN MENCINTAI

Cinta seringkali menuntut sebuah pengorbanan dari setiap orang yang mau mencintai. Demikianlah Yesus mengingatkan para pengikut-Nya bahwa mencintai Dia berarti juga harus mencintai penderitaan di dunia ini yang Ia sebut sebagai salib. Padahal salib justru seringkali dihindari oleh manusia pada umumnya. Tapi konsekuensi cinta memang harus demikian adanya. Bukankah Yesus telah memberikan contoh ideal bagi kita?

Mencintai sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi kita tapi sering diterjemahkan lain dalam praktik hidup. Kita tidak ingin mengalami penderitaan, kesulitan ataupun bencana. Kita hanya ingin mengalami kebahagiaan dan senang-senang saja. Ketika terjadi pengkhianatan, kita seperti cacing kepanasan tidak terima dan lain sebagainya. Kita menuntut untuk dicintai, hidup bahagia seperti yang kita inginkan. Padahal mencintai berarti memberi tanpa menuntut balas, menerima setiap perlakuan yang tidak berkenan di hati, menanggungnya sebagai salib, seperti yang dilakukan oleh St. Polikarpus yang kita peringati hari ini (SKw).

 

Pelita Hati: "Salib Yesus selalu mengajar dan mengajak kita untuk mencintai dengan tulus dan murni."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar