Selasa, 28 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Kamis, 1 Maret 2012

RENUNGAN HARIAN: Kamis, 1 Maret 2012

Mat 7 : 7 – 12

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Mintalah, maka kamu akan diberi ; carilah, maka kamu akan mendapat ;

ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta akan menerima, setiap orang yang mencari akan mendapat, dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan.

Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

 

PILIHAN HIDUP

Ratu Ester memanfaatkan posisi hidupnya untuk membela bangsanya dengan minta dukungan puasa dan doa dari kaum keluarganya. Setelah menerima dukungan puasa dan doa, ia dengan gagah berani menghadap raja dengan mau menanggung risiko dibunuh demi membela kebenaran. Baginya menegakkan kebenaran lebih berharga dibanding posisi sebagai ratu. Maka ia rela mati untuk mempertahankannya.

Risiko yang hampir sama juga terjadi pada orang-orang Majus. Orang-orang Majus mencari Yesus yang baru dilahirkan lewat bimbingan bintang. Setelah mereka menemukan Yesus, mereka bergembira, memberi kado tetapi mereka tidak kembali pada Herodes karena diingatkan lewat mimpi. Ester dan orang-orang Majus memiliki kesamaan sikap, yaitu mereka lebih mendengarkan, percaya, dan bertindak sesuai dengan hati nurani yang dari Allah daripada menaati kehendak penguasa dunia.

Apa dan bagaimana keberadaan kita dalam hidup sehari-hari khususnya pola pikir, pola rasa, dan pola bertindak? Semoga Allah Roh Kudus lahir dan menjiwai kita dalam seluruh hidup, apa pun keadaannya dapat membahagiakan batin kita. Kita harus berani memilih berbuat baik walau menderita daripada menderita karena berbuat jahat. Tetapi, sejauh mana kita memiliki kepercayaan pada Yesus? Apakah kita masih banyak menuntut tanda atau percaya seutuhnya dan menyerahkan segalanya pada Yesus? Bila hal itu kita miliki kita pasti akan hidup berbahagia (SKw).

 

Pelita Hati: "Kita harus berani berbuat baik walau menderita daripada menderita karena berbuat jahat."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar