Minggu, 12 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Jumat, 17 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Jumat, 17 Februari 2012

Mrk 8:34-9:1

Pada suatu ketika Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya, dan berkata kepada mereka,"Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkan nyawanya. Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Kalau seseorang malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, maka Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus." Kata Yesus lagi kepada mereka ,"Aku berkata kepadamu; Sungguh, di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat kerajaan Allah datang dengan kuasa."

 

IMAN  PRIBADI  YANG  HIDUP

Yesus menanti jawabku, bukan menurut kata orang atau buku rohani; Yesus mendambakan jawaban yang bertolak dari pengalaman dan pengenalan pribadi tentang siapakah Yesus, bagiku dan bagi masing-masing dan itu bersumber pada hubungan pribadi dengan Yesus. Iman kita kepada Yesus tidak bisa hanya membebek orang lain. Kita harus mengimani, menghayati, dan memperdalam relasi kita dengan Yesus.

Jawaban Petrus amat jelas dan tepat, Engkau Mesias, tapi isi iman di balik jawaban itu masih  perlu diolah lagi. Mungkin bagi Petrus Mesias pada saat itu berarti menjadi Pemimpin yang identik dengan raja yang berkelimpahan, dihormati, dan dilayani. Pengertian Mesias yang demikian sangat berseberangan dengan tujuan Misi Yesus. Maka Yesus berkata: "Enyahlah iblis sebab pikiranmu lain dari pikiran-Ku!"

 Memang menyelaraskan pikiran kita dengan Kehendak Allah tidaklah mudah. Dari peristiwa penderitaan Yesus nyatalah bagi kita bahwa penderitaan memang bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita, kendati kemanusiaan kita menolaknya. Tapi kita harus berani mengatakan (meski sulit) terjadilah KEHENDAKMU YA BAPA (SKw).

 

Pelita Hati: "Penderitaan merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup manusia untuk sampai pada Bapa"

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar