Selasa, 07 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Jumat, 10 Februari 2012

RENUNGAN HARIAN: Jumat, 10 Februari 2012

Mrk 7:31-37

Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Tirus, dan lewat Sidon pergi ke Danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang tuli dan gagap dan memohon supaya Yesus meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Maka Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian. Kemudian Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya, "Effrata," artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu, dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceritakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang, dan berkata, "Ia menjadikan segala-galanya baik! Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara."

 

MENDENGAR  DAN BERKATA DENGAN BAIK

Mendengar dan berkata dengan baik merupakan bagian dari diri manusia yang paling penting. Kalau kita tidak bisa mendengar tentu kita juga tak bisa berbicara dengan baik. Hal inilah yang membuat Yesus untuk menyembuhkan seorang tuli dan bisu. Ia membuat telinga orang itu mendengar dan lidahnya berkata-kata dengan baik. Telinga yang tuli dan lidah yang tidak bisa berkata-kata sering kali digambarkan sebagai orang yang tidak mendengar dan tidak berkata dengan baik. Mendengar dan berkata dengan baik adalah gambaran seorang yang beriman kepada Allah.

Yesus juga mengajak kita untuk mendengar dan berkata dengan baik. Mendengar dengan baik menggambarkan sikap untuk menerima Sabda dan perintah Allah. Berkata dengan baik menggambarkan sikap untuk melakukan dan memberi kesaksian tentang Sabda dan perintah Allah. Apakah kita telah menggunakan mulut kita untuk berkata dengan baik? Apakah kita telah menggunakan telinga kita untuk mendengar dengan baik?

Allah memberikan mulut yang sehat kepada kita agar kita mampu mewartakan sabda-Nya dengan baik. Demikian pula dengan telinga, hendaknya kita gunakan untuk mendengar sabda Allah dengan baik dan melaksanakan apa yang kita dengar terhadap sesama. Dengan demikian, mulut dan telinga kita akan berfungsi secara sempurna demi kebaikan kita dengan sesama (FP).

 

Pelita Hati: "Mendengar dan berkata dengan baik adalah gambaran seorang yang beriman kepada Allah."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar